• Welcome Message

Showing posts with label Novelku. Show all posts
Showing posts with label Novelku. Show all posts

Belakangku masih terasa sakit sekali dan kepalaku serasa berputar-putar. nyawaku masih ada walaupun tubuhku jatuh lepas menghantam jalan yang dipenuhi kerikil reruntuhan bangunan. ku bangkit dan melihat keadaan sekitarku. banyak orang yang berlarian menyelamatkan diri, sedetik kemudian aku masih tersesat dalam kepanikanku, kepalaku terus memerintahkanku untuk lari menyelamatkan diri. tanpa membuang waktu lebih banyak akupun berlari sekuat tenagaku sambil menghindari orang-orang yang panik.

Kurasakan angin dingin sepoi-sepoi di tengkukku, seketika ku melihat semua orang disekitarku terdiam seakan waktu terhenti, dan mataku terpaku pada suatu sosok. sosok seorang anak berjubah yang kulihat sebelum pertandingan, ku mendengar dia berkata perlahan kepadaku.
"sudah kubilang...... kau takkan bisa menepati janjimu kepada orang mereka" katanya.
Seketika waktu langsung berjalan, orang-orang masih dalam keadaan panik menyelamatkan diri mereka masing-masing dan anak berjubah itu langsung menghilang dalam kejapan mata.

dalam keterkagetanku aku masih terdiam tak bergerak, aku terus memerintahkan diriku untuk bergerak namun kakiku seakan tertancap sangat dalam, kakiku tak dapat bergerak.

dari langit kumelihat ribuan bayangan yang beterbangan lalu menukik turun dengan sangat cepat dan menancap ke bumi, bahakan ku melihat tak sedikit orang-orang yang menjadi korban terkena bayangan menancap di tubuh mereka, kebanyakan dari mereka langsung jatuh dan menjadi kaku dan tak sedikitpula yang masih sempat bertahan walaupun cuma beberapa menit sehabis meraung kesakitan kemudian tak bersuara dan tak bergerak sama sekali.

aku termasuk orang beruntung yang selamat walaupun aku tak dapat bergerak sedikitpun karena melihat pemandangan yang bagaikan pembantaian.

Sebuah tangan langsung menepuk pundakku sambil memberikan sebuah pedang. tangan itu begitu kukenal, pemilik tangan itu maju dengan dandanan seperti samurai berbaju merah dengan pedang panjang dan besar dipunggungnya.

Ulla
"U-Ulla!dari mana saja kau?" teriakku sambil berlari mendekatinya.
"Habis mengunjungi teman lama" balasnya santai sambil menebas bayangan-bayangan yang menancap yang ternyata menyerupai kepompong yang mulai. dari kepompong itu keluar sebuah mahluk serangga raksasa dengan sayap setajam pisau.
"Hey, kau tak keberatan membantuku menyingkirkan mahluk sialan ini kan?" pintanya santai.

Tanpa pikir panjang akupun langsung mengambil pedang yang diberikannya kepadaku dan angsung menerjang maju. Bodohnya aku yang terlalu gegabah sehingga seluruh ayunan pedangku tak mengenai mereka dan lebih lagi ini adalah pertama kalinya aku memegang pedang dalam hidupku.

Ulla datang dan langsung membebaskanku dari kepungan para mahluk-mahluk jahannam tersebut
"hmph, ternyata tanganmu masih terlalu kaku untuk memegang pedang"katanya dengan nada yang sangat memandang enteng diriku, walaupun memang kuakui kemampuanku dalam berpedang jauh lebib rendah dari padanya.

Perlahan namun pasti akupun mulai menguasainya.

"Ulla, Dari mana kau mendapatkan pedang ini?" tanyaku
"Itu titipan dari ayahmu sebelum dia pergi" katanya
"titipan dari pak tuaku?" tanyaku lagi
ia pun mengiyakan.

Pak tuaku menghilang 10 tahun lalu, karena dia, ibu selalu khawatir dan akhirnya meninggalkan diriku dalam sambil berkata dimana pak tua itu. Sungguh aku membenci pak tuaku yang brengsek, kalau seandainya ia ada, ibu tak akan menderita karenanya.

Namun, ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan masa lalu, aku harus lari dari mimpi buruk ini segera.

Jalan buntu, kami kembali dikepung monster-monster itu lagi, kali ini kami benar-benar terkepung tanpa celah sedikitpun dan mereka datang berlapis-lapis.

Sial.... ini akan menjadi pertarungan yang tak ada habisnya. Ulla sendiri bahkan tak yakin dapat melawan seluruh kerumunan ini.......

to be continued
___________________________________________________________________________________

sorry updatednya kelamaan, silahkan koment2

Final Fantasy X - Chapter I (Can't Promise)
Aku berjalan keluar dari taksi terbang yang kunaiki. spontan semua orang melihatku dan berteriak
"itu Kiki, kyaaaaaaaa" teriak seorang cewek yang langsung pingsan ketika aku mendekat mereka.
"wah. aku tak menduga mereka akan menyambutku dengan semeriah ini" gumamku dalam hati

Ya, ini lah aku, aku adalah seorang pemain bintang olahraga blitzball di Zanarkand dan aku bermain sebagai kapten dalam timku. Blitzball adalah olah raga yang mirip sepak bola, namun dimainkan di dalam bola air raksasa. dan malam ini kita bertanding melawan penantang dari luar zanarkand, oh iya, zanarkand adalah kota dimana aku tinggal dimana kota ini tak pernah tidur, ditambah lagi dengan peralatan-peralatan canggih dan serba modern. gedung-gedung yang menjulang tinggi semakin membuat kota ini menjadi sangat modern.

Blitzball mirip dengan sepak bola, bedanya para pemain blitzball diperbolehkan memegang bola, cukup mirip dengan basket
Sebelum bermain, pemain harus menggunakan sebuah penutup hidung yang membuat para pemain blitzball dapat bernapas di dalam air. Cara kerjanya penutup hidung ini cukup mudah, penutup hidung ini mengambil oksigen yang ada dalam air sehingga para pemainnya dapat menghirupnya.

Ngomong-ngomong aku sudah sangat ditunggu oleh timku di stadium, jadi aku harus segera menyusul mereka. namun sepertinya aku akan lambat karena para fansku yang tak memberiku jalan, dan tak ada jalan lain selain melayani mereka

"Kiki, minta tanda tangannya dong!" pinta seorang cewek sambil menyodorkan bola blitzball
akupun memberikannya sebuah tanda tangan besar-besar di bola itu dan sesuai dugaanku, ia pun kembali berteriak kegirangan dengan berkata "aku dapat. AKU DAPAT!" kemudian dia pingsan.

Kemudian akupun melirik kearah dua cewek yang juga memegang bola blitzball. Kudekati mereka dan menyapanya.
"Hai, manis" rayuku sambil melirikan mata
merekapun tersipu, sambil pelan-pelan menyodorkan bola blitzballnya dan langsung saja ku tanda tangani.
"Ini seperti mimpi jadi kenyataan" bisiknya kepada temannya yang kelihatannya tidak mendengar temannya berbisik.

Seorang anak kecil datang mendekat sambil menyodorkan bola blitzball.
"Ki..Kiki, maukah engkau mengajariku jurus tendangan legendarismu?" pinta anak kecil itu
"tentu saja.... aku akan mengajarimu selesai pertandingan ini" kataku sambil mengacungkan jempol dan senyum menawanku.
"Be..benarkah? janji ya" kata anak itu dengan mata berbinar-binar
"yup, jan-" kataku terhenti ketika seorang anak berjubah yang memotong pembicaraanku.
"kau takkan bisa menepati janjimu" katanya dengan tegas.
"Ka..kalo gitu aku akan menepatinya besok" ucapku sambil terbata-bata.

Aku sempat kaget dengan kehadiran anak berjubah itu, aku tak melihat arah dia datang dan aku merasa bulu kudukku merinding.
Ya udah lah, sekarang aku sudah dapat melanjutkan perjalananku menuju stadium blitzball.

Sementara itu, seorang lelaki tegap dengan pakaian berwarna merah ala samurai berdiri di puncak gedung yang menjulang. Tak berapa lama kemudian ia tersenyum dan memandang ke arah laut sambil menyodorkan kendi tempat airnya sambil bergumam tidak jelas. tak berapa kemudian air laut naik.

Beberapa lama kemudian di ruang tunggu....

Aku masih duduk dan berdiam diri di kursi tunggu ku, sambil merapatkan penutp hidungku, akupun langsung meloncat salto dan masuk kedalam bola air raksasa. selang beberapa waktu kemudian, pertandinganpun dimulai. dengan sekali loncatan, aku langsung merebut bola dan langsung menggiringnya menuju gawang lawan, beberapa pemain lawan mencoba menghalangi namun di dengan kerja sama dan saling oper-mengoper dengan teamku, aku dapat melewatiya, seketika ku melihat celah yang tak terjaga di lawan, dengan mengambil ancang-ancang aku pun menendang bola itu dengan sekuat tenaga dan....... TIDAK GOL!!! ternyata seorang pemain lawan menerjang ke arah celah tersebut dan menahan bola tersebut dengan perutnya sehingga dia terlihat seperti orang yang sedang terkena sakit perut yang parah.
Kini giliran lawan yang memiliki bola, aku tidak mengejar bola tersebut, aku hanya berenang ke sisi bagian atas bola air raksasa dan menunggu teman-temanku mendapat bola dan mengopernya kepada ku. para supporter yang melihat pun menggila dan berteriak tidak karuan, dan tak lama berselang mereka memperoleh bolanya dan langsung saja ditendang sekuat tenaga kearahku. akupun berenang berenang dan melompat menembus bola air raksasa dan bersiap menendang salto bola tersebut. Namun tak kuselesaikan ketika melihat sesuatu yag sangat besar....... sebuah TSUNAMI yang sangat besar datang menerjang. segera saja ku berusaha meraih pegangan agar tak jatuh namun tanganku begitu licin untuk bertahan lebih lama, kulihat bola air raksasa mulai hancur ketika salah satu generatornya rusak sehingga orang-orang pun berhamburan karena panik..

tanganku tak dapat menahannya lagi......
aku akan jatuh....

akupun jatuh
dan aku hanya mengingat perkataan anak berjubah itu
"kau tak dapat memenuhi janjimu " kata anak berjubah itu

kata-kata itu terus terngiang di kepalaku dan

GUBRAAK.......

To be continued

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
selese juga chapter satunya
koment please!